Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, yang terdiri dari 10 desa, menjadi salah satu wilayah yang menunjukkan geliat keagamaan dan kebangsaan yang kuat melalui struktur Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat ranting. Keberadaan Pengurus Ranting NU di setiap desa bukan hanya sebagai representasi organisasi, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, penggerak pendidikan keagamaan, dan motor sosial kemasyarakatan.
Peran Strategis Pengurus Ranting NU
Pengurus Ranting NU di tingkat desa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat:
Menjaga Tradisi Keagamaan: Tahlilan, manaqiban, maulid, dan kegiatan keagamaan lain yang menjadi ciri khas warga NU.
Menguatkan Pendidikan Islam: Mendukung madrasah diniyah, TPQ, serta kegiatan keilmuan di masjid dan mushola.
Membangun Solidaritas Sosial: Melalui santunan, gotong royong, dan advokasi terhadap warga yang membutuhkan.
Menjadi Jembatan Aspirasi: Menyampaikan kebutuhan dan harapan warga kepada struktur NU di atasnya maupun kepada pemerintah desa.
Sinergi dan Tantangan
Meski berada di tingkat desa, pengurus ranting NU di Widasari menunjukkan semangat kolaborasi yang tinggi. Mereka aktif dalam kegiatan lintas desa, pelatihan kader, dan penguatan organisasi. Tantangan yang dihadapi pun beragam, mulai dari regenerasi kader, digitalisasi dakwah, hingga penguatan ekonomi umat.
Namun, dengan semangat hubbul wathan minal iman, para pengurus ranting terus bergerak, berinovasi, dan menjaga marwah NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Harapan ke depan, dengan jumlah desa yang cukup banyak dan potensi kader muda yang besar, NU di Widasari memiliki peluang besar untuk menjadi model penguatan ranting di tingkat kecamatan.
Struktur Ranting NU
Setiap ranting memiliki struktur kepengurusan yang terdiri dari Syuriyah dan Tanfidziyah, bekerja sinergis dengan MWC NU Widasari, lembaga-lembaga, dan badan otonom seperti Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU-IPPNU.
Berikut susunan kepengurusan ranting NU se-Kecamatan Widasari masa khidmat 2022–2027:
Desa Kasmaran: Rais Ust. Abdul Roup, Ketua Ust. Dartim.
Desa Leuwigede: Rais Ust. Saefudin, Ketua Ust. Abdulloh.
Desa Ujungpendok Jaya: Rais Ust. Maofur, Ketua Ust. Sukiman.
Desa Ujungjaya: Rais Ust. Aying Alimudin, Ketua Ust. Mahfud Jauhari.
Desa Ujungaris: Rais KH. Muslimin, Ketua Ust. Hamdani Yuafi.
Desa Kongsijaya: Rais Ky. Aly Wasturi, Ketua Ust. Syamsul Arifin.
Desa Widasari: Rais Ust. Ahmad Ma’sum, Ketua Ust. M. Jahirin.
Desa Kalensari: Rais Ky. Abdul Ghofur, Ketua Ust. Abdul Mukti.
Desa Bunder: Rais Ust. Akhyar S.Pd, Ketua Drs. H. Dakman Abdussomad.
Desa Bangkaloa Ilir: Rais Ust. Engkos Koswara, Ketua Ust. Mustofa.
Ada Juga sebuah kepengurusan anak ranting yang berada di Desa Widasari yakni Blok Beran: Rais Ust. Syukron Ma’mun, Ketua Ust. Abdul Kholik.
Kehadiran Pengurus Ranting NU di Kecamatan Widasari menjadi bukti nyata bahwa NU bukan hanya organisasi besar di tingkat nasional, tetapi juga memiliki akar kuat di desa-desa. Mereka adalah pilar keislaman dan kebangsaan yang menjaga tradisi, memperkuat pendidikan, membangun solidaritas sosial, serta menjadi jembatan aspirasi masyarakat. Dengan struktur kepengurusan yang solid dan semangat kebersamaan, NU di Widasari siap melangkah ke depan sebagai teladan penguatan ranting di tingkat kecamatan.
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar di sini dengan sopan dan benar. No Link !!