Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Widasari adalah struktur organisasi NU di tingkat kecamatan yang berperan penting dalam menggerakkan dakwah, pendidikan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan di wilayah Widasari, Kabupaten Indramayu. Sebagai bagian dari jaringan NU, MWC NU Widasari menjadi wadah koordinasi antara pengurus ranting NU di desa-desa serta lembaga dan badan otonom NU di tingkat kecamatan.
Sejak berdiri, MWC NU Widasari mengalami berbagai periode kepemimpinan yang selalu menekankan khidmah (pengabdian) kepada umat, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, serta memperkuat peran NU di tengah masyarakat.
KH. Zuhadi Abdullah lahir pada 15 Juli 1960 di Widasari, sebagai anak kedua dari 11 bersaudara pasangan H. Abdullah dan Ny. Sukenah. Sejak kecil, ia dididik dengan disiplin ketat oleh ayahnya, terutama dalam hal keagamaan. Selain belajar langsung dari ayahnya, ia juga berguru kepada KH. Ahmad Kholil, Rais Syuriyah MWC NU Widasari.
Perjalanan intelektualnya semakin matang ketika ia menimba ilmu di Pondok Pesantren Miftahul Muta’allimin Babakan Ciwaringin Cirebon (1974–1980) di bawah bimbingan KH. Masduqi Ali. Setelah itu, ia melanjutkan belajar di Pesantren Gedongan Cirebon asuhan KH. Rohmatullah bin KH. Siradj, serta di Pesantren Benda Kerep Cirebon.
Di usia 25 tahun, KH. Zuhadi menikah dengan Hj. Sonah dan dikaruniai lima anak (dua laki-laki dan tiga perempuan). Kehidupan keluarga yang harmonis menjadi fondasi kuat bagi kiprahnya di masyarakat.
Kiprah di NU dan Pendidikan
KH. Zuhadi Abdullah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Widasari (1988–1993) dan Rais Syuriyah (2007–2017). Pada masa kepemimpinannya, meski NU masih menghadapi tekanan politik Orde Baru, MWC NU Widasari mulai menunjukkan kiprah nyata. Kehadiran NU di Widasari menjadi basis penting bagi penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah.
Selain itu, beliau juga aktif sebagai kepala madrasah di Widasari, mendidik santri dengan penuh kesabaran dan ketekunan. Konsistensinya menjadikan beliau sosok panutan masyarakat, baik dalam lingkup sosial maupun keluarga.
Tidak hanya di NU, KH. Zuhadi juga berkiprah dalam politik kebangsaan sebagai Ketua Dewan Syuro PKB periode 2018–2023.
Orang yang khidmat di NU akan berkah dalam hidupnya

Punten min yg benar beliau di babakan mesantren di PP Miftahulmuta'allimin dg Pengasuhnya KH.Masduqi Ali.terimaksh
BalasHapusPosting Komentar
Silahkan tulis komentar di sini dengan sopan dan benar. No Link !!