Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3

Pangeling Pelajar Part 3 : ​Membangun Etika Digital Pelajar


Di tengah derasnya arus informasi digital yang seringkali tidak terfilter, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Widasari mengambil langkah konkret untuk membentengi kadernya. Melalui program unggulan bertajuk "Pangeling Pelajar", organisasi pelajar hijau ini sukses menggelar sesi Intensive Class yang sarat akan makna.

Bertempat di lingkungan yang religius dan tenang, Masjid Miftahul Huda, kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026. Suasana masjid yang khidmat menambah fokus para peserta dalam menyerap materi yang disampaikan.

​Kegiatan ini lahir dari kesadaran kolektif bahwa pelajar masa kini tidak hanya berhadapan dengan buku teks, tetapi juga dengan layar smartphone yang aktif 24 jam. PC IPNU IPPNU Indramayu melihat adanya urgensi untuk melakukan pengembangan kapasitas (capacity building) bagi para pelajar.

Intensive Class ini didesain bukan sekadar sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi sebagai "kawah candradimuka" untuk membuka cakrawala berpikir guna mengajak pelajar keluar dari zona nyaman dan berpikir kritis sebagai agen perubahan. Kemudian diharapkan mampu melatih Keberanian & Skill untuk mengasah kemampuan merangkai materi, melatih public speaking, dan membangun kepercayaan diri di depan publik.

​Menghadirkan narasumber lokal M. Fatihul Anwar, materi yang diangkat sangat relevan dengan realita saat ini: "Bersikap Bijak di Era Media Sosial". Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa media sosial adalah pisau bermata dua; ia bisa menjadi wasilah kemaslahatan, namun bisa juga menjadi sumber fitnah jika tidak dikelola dengan hikmah.

Dengan materi Empat Pilar Bijak Ber-Medsos menekankan bahwasanya ruang digital adalah tempat berinteraksi, berbagi informasi, dan membangun jejaring. Agar media sosial menjadi alat yang positif untuk edukasi dan pengembangan diri, pelajar harus memegang teguh empat prinsip utama:

  1. Berpikir Sebelum Posting: Mempertimbangkan manfaat dan mudarat dari setiap konten yang diunggah.
  2. Menghormati Orang Lain: Menjaga adab dan etika dalam berkomentar, sebagaimana akhlak yang diajarkan dalam berorganisasi.
  3. Menjaga Privasi: Memahami batasan informasi pribadi yang boleh dikonsumsi publik.
  4. Verifikasi Informasi (Tabayyun): Tidak terjebak dalam arus hoaks dengan selalu melakukan cek dan ricek sebelum menyebarkan informasi.

​Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini ketua penyelenggara sekaligus ketua PAC IPNU Kecmatan Widasari Deni Alfito Dianova berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni belaka. Output yang diinginkan adalah lahirnya kader IPNU IPPNU yang mampu memanfaatkan media sosial sebagai alat komunikasi, hiburan yang sehat, dan sarana pengembangan diri tanpa menimbulkan konflik.

​"Kami ingin pelajar Indramayu tidak hanya cakap secara intelektual, tapi juga santun di ruang digital. Media sosial harus menjadi panggung bagi kita untuk menyebarkan nilai-nilai positif dan memperkuat jejaring tanpa dampak negatif," ujarnya.

​Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi role model bagi rekan sejawatnya dalam berinteraksi di dunia maya, membawa semangat Pangeling Pelajar ke dalam kehidupan sehari-hari.

Post a Comment

Silahkan tulis komentar di sini dengan sopan dan benar. No Link !!

Lebih baru Lebih lama